Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan

14 Jan 2011

Di Burma, Napi Dipaksa Jadi Penyapu Ranjau

Selain kerap disiksa, para tahanan di penjara Myanmar (Burma) dipaksa menjalani profesi yang sangat berbahaya, yaitu penyapu ranjau. Tidak sedikit para tahanan yang menderita luka parah atau menemui ajal setelah terkena ranjau. .

Demikian ungkap seorang tahanan yang berhasil kabur, Thaung Htay. Kepada majalah Irrawaddy, pria 28 tahun itu mengatakan bahwa dia bersama dengan tiga tahanan lainnya berhasil melarikan diri ke perbatasan Thailand setelah tidak tahan lagi mendekam di kurungan.

Dia mengatakan bahwa para tahanan di penjara Myanmar diharuskan mengikuti perjalanan para tentara yang berperang dengan kelompok pemberontak Karen di dekat perbatasan Thailand.

Htay mengatakan bahwa sebanyak 600 tahanan diletakkan di garda terdepan dan berjalan mendahului para tentara untuk melindungi mereka dari serangan. Htay mengatakan para tahanan juga diperintahkan untuk membawa barang bawaan para tentara yang beratnya puluhan kilo.

“Kami diharuskan membawa amunisi, perlengkapan dan makanan para tentara. Yang terparah adalah mereka menggunakan kami sebagai penyapu ranjau di sepanjang perjalanan mereka,” ujar Htay kepada Irrawaddy, yang juga dilansir laman harian The Telegraph, Jumat 14 Januari 2011.

Htay mengatakan bahwa para tahanan yang memiliki uang dapat dengan mudah lolos dari kewajiban itu setelah menyuap penjaga penjara. Namun, bagi yang tidak punya uang, mereka akan bernasib naas.

Junta militer Myanmar dan kelompok separatis Karen telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Namun bentrokan kembali terjadi pada 7 November 2010, bertepatan dengan pemilu di negara itu, karena militer Myanmar dianggap memaksa mereka untuk memilih partai pemerintah.

Semenjak itu, hubungan pemerintah dengan pemberontak semakin memanas. Pemberontak, yang banyak terdapat di kota Myawaddy, juga sering melakukan perlawanan dan mereka terkenal lihai menempatkan ranjau di medan perang.

“Banyak tahanan yang terluka dan tewas terkena ranjau setelah mereka dipaksa untuk berjalan di depan para tentara. Kami bertiga melarikan diri karena tidak ingin hal yang sama terjadi kepada kami,” ujar Htay.

Menurut aktivis kemanusiaan, Bo Kyi, ulah militer Myanmar itu merupakan kejahatan melawan kemanusiaan. “Mereka, dengan kata lain, menghukum mati para tahanan. Jelas ini adalah kejahatan melawan kemanusiaan,” kata Bo.

13 Jan 2011

Aneh, Air Sungai Ini Berubah Hijau Terang

Sungai Goldstream di Kanada 'gagal hidup' sesuai namanya yang berarti 'aliran emas' saat airnya secara aneh berubah menjadi hijau terang atau hijau neon.

Sungai yang melintasi kota Langford di British Columbia, nampak seperti hasil akhir bencana radioaktif.

Belakangan diketahui, penyebab berubahnya air sungai yang awalnya misterius itu ternyata adalah akibat dari pemakaian senyawa organik yang digunakan sebagai pewarna untuk menguji sistem air.

Namun, pejabat setempat mempertanyakan kejadian tersebut. Sebab, saat itu tak ada tes yang dilakukan.

Adalah Tyson Elder(24)  dan teman-temannya yang menyusuri sungai untuk memoto elang botak atau Bald Eagles saat melihat air sungai berwarna hijau terang pada 29 Desember 2010.

"Dari kejauhan yang bisa aku lihat adalah warna hijau terang," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 12 Januari 2011. "Melihat sesuatu berwarna seterang itu sangat tak terduga dan agak mengerikan, terutama karena wilayah itu adalah tujuan wisata populer."

Pada musim dingin, tambah dia, elang-elang gundul diketahui bersarang di sekitar sungai itu, Tyson dan rekan-rekannya khawatir berubahnya warna air sungai mengancam jiwa para binatang.

Berita aliran sungai berwarna hijau neon menyebar cepat setelah Tyson mengunggah gambar itu di Twitter-nya.

Kata Tyson, saat itu, warna hijau menyebar sepanjang 400 meter selama sekitar 3 jam. Tak hanya mengambil gambar, ia dan rekannya juga merekam dan mengunggahnya ke YouTube. Video itu langsung melejit dan ditonton lebih dari 550 ribu orang.

Sebaliknya, kepala pemadam kebakaran Langford, Bob Beckett menduga, warna hijau di sungai itu adalah kerjaan orang iseng. "Itu seperti sebuah tipuan, kami akan menyelidiki kasus ini," kata dia. 

Apakah pewarna hijau membahayakan? Pejabat Kesehatan Vancouver mengatakan zat fluorescein, yang juga digunakan sebagai penanda dalam prosedur medis, meski tak beracun, dapat menyebabkan reaksi alergi.

"Itu tidak memiliki toksisitas yang tinggi, tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi," kata petugas medis, Murray Fyfe.

Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kematian ikan atau binatang lain secara massal gara-gara sungai yang berubah jadi hijau. Menurut harian, Montreal Gazette, hanya dalam waktu satu jam, warna sungai kembali normal.

11 Jan 2011

Tahun 3000, Permukaan Air Laut Naik 4 Meter


 Permukaan air laut secara global akan naik setidaknya 13 kaki, atau setara 3,96 meter, pada 1000 tahun mendatang. Kesimpulan diperoleh setelah sejumlah ahli meneliti sejumlah hal. Dari trend kenaikan permukaan laut hingga lapisan es di Antartika.
Para ahli itu menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut itu  disebabkan oleh emisi karbon dioksida yang terus-terusan dipompa ke atmosfer. Emisi itulah yang menyebabkan runtuhnya es di Antartika Barat, yang diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 3000. Jika itu terjadi, maka volume air laut naik dan mungkin saja akan terjadi bencana.
Bahkan, "Lapisan es Antartika kemungkinan besar akan runtuh lebih cepat.  Dan efek dari inersia (kelembaban) perubahan iklim yang sebenarnya akan jauh lebih buruk," kata Profesor Shawn Marshall, pemimpin studi dari University of Calgary di Kanada, yang dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Selasa 11 Januari 2011.

Studi terbaru ini, yang sempat dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, merupakan studi pertama yang memprediski nasib Bumi pada 1000 tahun mendatang. Para ilmuwan menggunakan simulasi komputer untuk menjelajahi skenario 'emisi nol' yang dimulai pada tahun 2010 dan 2100.

Selain es Antartika Barat yang mencair, di waktu yang sama, 30 persen gurun di bagian utara Afrika berubah menjadi tanah kering. Pemanasan laut yang meningkat sampai lima persen memicu runtuhnya lapisan es Antartika Barat, yang luasnya kurang lebih sama dengan luas padang rumput di Kanada.

Penelitian ini belum usai. Para ilmuwan berencana untuk melanjutkan riset ini untuk mengetahui lebih lanjut kapan es Antartika Barat benar-benar hancur dan mencair.

8 Jan 2011

Kutub Utara Bergeser, Landasan Bandara Diubah


 Pergeseran kutub magnet bumi akhir-akhir ini ternyata sangat mempengaruhi navigasi penerbangan.
Baru-baru ini, bandara internasional Tampa, Florida terpaksa harus  menyesuaikan lintasan runway mereka, gara-gara terjadinya pergeseran kutub utara bumi.
Penyesuaian ini dilakukan agar informasi yang menjadi patokan bagi para pilot saat menerbangkan dan mendaratkan pesawat tidak salah dan berujung pada kecelakaan.
"Kutub magnet bumi bergeser, mereka secara konstan bergerak dan saat pilot menuju runway mereka menggunakan kompas sehingga kami musti menyesuaikan," kata Director of Operations Tampa International Airport, Robert Burr, seperti dikutip dari situs DailyMail.
Oleh karenanya, bandara Tampa Florida telah menutup lintasan runway utamanya hingga 13 Januari mendatang dan mengubah jalur taxi pesawat untuk pembenahan tersebut.
Jalur runway timur dan timur-barat juga akan ditutup akhir bulan ini untuk mengubah sinyal-sinyal agar sesuai dengan perubahan magnetik yang terjadi.
Kutub utara sendiri saat ini berada di Pulau Ellesmere, Kanada Utara, yang letaknya 3.500 mil dari bandara internasional Tampa. Perubahan medan magnet bumi yang dipicu oleh kondisi inti bumi menyebabkan kutub utara bergeser ke arah Rusia.
Pergeseran kutub ini merupakan pergeseran yang paling dramatis dalam abad ini. Kutub telah bergeser ke arah timur laut sekitar 9 mil per tahun pada 1904.
Namun, sejak 2007 kutub bumi bergeser lebih cepat, yakni ke arah Siberia setidaknya dengan kecepatan 35 mil per tahun.

19 Sep 2010

Tragedi Muenchen 1958

Tragedi Muenchen 1958 terjadi di bandar udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan. Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki "Busby Babes", bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang.

Kejadian

Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade, tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.
Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

Pasca-kecelakaan

Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.

Para korban tewas


Kru pesawat

  • Kaptain Kenneth "Ken" Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)
  • Tom Cable, pramugara

Penumpang


Pemain Manchester United
Staf Manchester United
Wartawan dan Jurnalis
Penumpang lain
  • Bela Miklos, agen perjalanan
  • Willie Satinoff, supporter, dan teman dekat Matt Busby