Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan

22 Jan 2011

Peneliti Temukan Spesies Hewan Baru

Peneliti di Spanish Institute of Oceanography (IEO) mendapati spesies yang sama sekali baru. Spesies ini merupakan yang ketiga yang ditemukan di kawasan Cachucho Marine Protected Area, Spanyol.

Setelah komunitas ilmiah menyepakati bahwa Haplomesus longiramus dan Liropus cachuchoensis, kini Politolana sanchezi menjadi spesies hewan ketiga yang ditemukan di kawasan itu dan diakui keberadaannya. Hewan air berbentuk seperti udang ini pertamakali ditemukan di selatan Bay of Biscay.

Oleh Inmaculada Frutos (peneliti dari Spanish Institute of Oceanography), Jean Claude Sorbe (dari National Center for Scientific Research of France, CNRS) memublikasikan temuannya di jurnal Zootaxa.

Politolana sanchezi, spesies crustacean berukuran sekitar 2 sentimeter ini tinggal di bawah air dengan kedalaman antara 480 sampai 829 meter. Ia ditemukan di sekitar selatan Bay of Biscay hingga kawasan barat Galicia.

Crustacean kecil ini juga bisa menggali hingga 5 sentimeter di dasar laut yang berlumpur serta berenang hingga ketinggian 1 meter di atas dasar laut. Dari eksperimen yang dilakukan, diketahui bahwa Politolana sanchezi memiliki perilaku seperti pengumpul sampah dan mencampurkan sedimen.

El Cachucho sendiri merupakan kawasan pusat keragaman biologi. Khusus crustacean saja, lebih dari 40 spesies ditemukan di kawasan tersebut. Tiga spesies baru, termasuk Politolana sanchezi ditemukan dalam waktu satu tahun terakhir.

Proses pemaparan spesies baru memang berjalan cukup lambat. Tidak hanya perlu menjelaskan hewan dan sifat serta kemampuannya, akan tetapi temuan itu juga perlu dievaluasi oleh komunitas ilmiah untuk memastikan bahwa spesies yang baru ditemukan belum pernah didapati pula di kawasan lain di seluruh dunia.

16 Nov 2010

Ditemukan, Nyamuk Pembasmi Nyamuk

Oxitec , sebuah lembaga penelitian asal Oxford, Inggris mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan hasil uji coba dari pelepasan nyamuk jantan yang telah dimodifikasi secara genetik di kepulauan Cayman.

Sebagai informasi, sejak Mei sampai Oktober lalu, Oxitec telah melepaskan nyamuk-nyamuk jantan tiga kali dalam sepekan di kawasan seluas 160 kilometer persegi.

Nyamuk jantan yang dilepas itu secara genetik telah dimandulkan. Tujuannya, agar saat mereka kawin dengan nyamuk betina, mereka tidak akan memiliki keturunan, sehingga populasi nyamuk akan berkurang.

Ternyata, dari uji coba yang dilakukan, pada Agustus lalu, jumlah nyamuk di kawasan tersebut turun 80 persen. Peneliti berharap, penurunan populasi nyamuk ini akan mengurangi pula kasus demam berdarah.

Seperti dikutip dari PopSci, 16 November 2010, berhubung hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan menularkan penyakit seperti demam berdarah, peneliti Inggris tersebut memprediksi, jika nyamuk jantan disterilkan secara genetik dan disebar, langkah itu akan efektif menurunkan populasi.

Meski banyak ilmuwan dan pecinta lingkungan yang keberatan atas langkah pemusnahan nyamuk karena khawatir akan mengganggu spesies lain yang bergantung pada nyamuk, Oxitec memastikan bahwa gen pemandul tersebut tidak akan menurun pada generasi penerus si nyamuk. Dengan demikian, metode ini tidak memiliki dampak permanen terhadap ekologi.

Disebutkan, nyamuk jantan itu akan berfungsi layaknya insektisida yang mengurangi angka nyamuk secara sementara, akan tetapi tanpa efek buruk seperti insektisida berbasis zat kimia beracun. Nyamuk jantan mandul ini juga lebih efektif untuk menumpas serangga yang telah mengembangkan kekebalan tubuh terhadap pestisida yang sudah sering digunakan.

Di kawasan di mana populasi nyamuk sedang meledak, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, sakit kuning, dan malaria ikut melonjak. Menurunkan populasi nyamuk secara dramatis secara sementara dapat mengurangi jumlah kematian dan menyediakan waktu yang cukup untuk memberikan vaksinasi atau memberikan perawatan pada populasi manusia di kawasan tersebut.

Dengan naiknya angka kematian yang disebabkan oleh nyamuk, mencapai 2 juta kematian dari 700 juta orang yang terkena penyakit yang disebarkan nyamuk, temuan ini memberikan secercah harapan terhadap solusi yang selama ini dicari-cari. Yakni cara mengatasi nyamuk tanpa merusak lingkungan dengan menggunakan racun berbahan kimia.

6 Sep 2010

Sapi

Sapi ternak adalah hewan ternak anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, dan tanduknya juga kemudian dimanfaatkan. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai untuk membantu bercocok tanam, seperti menarik gerobak atau bajak.
Sapi ternak saat ini merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse (bahasa Jerman berarti "sapi kuno", nama ilmiah: Bos primigenius), yang sudah punah di Eropa sejak 1627. Sapi ternak meski banyak jenisnya tetapi umumnya digolongkan menjadi satu spesies saja.
Perlu diketahui pula bahwa sapi bali yang diternakkan di Indonesia berbeda jenis dengan sapi ternak yang dimaksud dalam artikel ini.

5 Sep 2010

Hiu Zebra


Hiu Zebra, Stegostoma fasciatum, adalah hiu yang ada di perairan Indo-Pasifik yang memiliki sirip yang sangatpanjang, hampir sepanjang tubuhnya. Hiu ini adalah satu-satunya spesies yang masuk kedalam famili Stegostomatidae dan genus Stegostoma.

Nama umum

Hiu ini diberi nama hiu Zebra karena garis pada tubuhnya yang mirip garis pada zebra. Ketika dewasa, garis tersebut berubah menjadi titik seperti cheetah. Oleh sebab itu, hiu ini kadang-kadang disebut sebagai hiu macan tutul, nama yang secara luas merujuk pada Triakis semifasciata, hiu yang dapat ditemukan di pantai Pasifik timur Amerika Utara.

Distribution and habitat

Hiu zebra ditemukan di perairan samudera Pasifik dan samudera Hindia dengan kedalaman sekitar 5 sampai 30 m.

Anatomi

Hiu ini memiliki ekor panjang. Seperti namanya, tubuh hiu ini berpola; hiu muda dengan garis gelap kekuningan, berubah menjadi pola dewasa warna dengan titik-titik gelap, yang ditemukan di seluruh tubuh termasuk sirip. Panjang terbesar hiu ini diketahui mencapai 230 cm.

Sifat

Hiu zebra adalah hiu yang bergerak lambat, dan sering diam di lantai laut pada terumbu karang, atau ujung berpasir atau berbatu. Tidak seperti kebanyakan tipe hiu, hiu ini tidak perlu bergerak.

Makanan

Hiu ini makan moluska, crustacean dan ikan kecil yang keluar dari pasir pada malam hari, dan dapat memasuki lubang kecil untuk mencari makanan.

Kepentingan terhadap manusia

Hiu zebra ada yang dimasukan ke penangkaran, dan beberapa akuarium di dunia menunjukan hiu ini. Mereka ditangkap pada skala kecil. Mereka sering terlihat oleh penyelam dan akan tetap berbaring di ujung jika penyelam tidak mendekatinya dengan jarak dekat. Mereka tidak melukai penyelam jika mereka tidak diganggu. Beberapa akuarium menunjukan mereka pelajar yang cepat.

Hiu bermulut besar

Hiu bermulut besar, Megachasma pelagios, adalah spesies hiu yang sangat langka. Hiu ini ditemukan tahun 1976. Hanya sedikit hiu ini yang telah terlihat, dengan 39 spesimen telah ditangkap atau dilihat. Hiu ini berenang dengan mulut terbuka untuk makan plankton dan ubur-ubur.

Hiu penjemur

Hiu penjemur, Cetorhinus maximus, adalah ikan terbesar kedua setelah hiu paus. Spesies ini merupakan spesies kosmopolitan - spesies ini dapat ditemui di samudra hangat di seluruh dunia. Hiu ini bergerak lambat dan tidak berbahaya. Seperti hiu lainnya, hiu ini terancam punah.

Hiu harimau

Hiu harimau merupakan satu dari hiu terbesar, dan satu-satunya anggota genus Galeocerdo. Hiu dewasa memiliki panjang tubuh berkisar antara 3,25 m hingga 4,25 m, dan berbobot 385 kg hingga 635 kg. Hiu ini banyak ditemukan di samudera tropis dan hangat, terutama di sekitar pulau di tengah Pasifik. Hiu harimau adalah pemburu soliter, dan berburu di malam hari.
Hiu harimau adalah predator berbahaya, karena memakan banyak benda. Makanannya biasanya ikan, singa laut, burung, hiu kecil, cumi-cumi dan penyu. Terkadang juga ditemukan barang buatan manusia seperti ban, atau plat mobil.
Hiu harimau adalah penyerang kedua terfatal setelah great white shark, dan, bersama dengan great white shark, dianggap sebagai hiu paling berbahaya bagi manusia.

Hiu banteng

Hiu banteng, juga dikenal dengan Hiu Zambezi atau Zambi di Afrika dan Hiu Nicaragua di Nicaragua, banyak ditemukan di perairan dangkal dan hangat sepanjang pantai, dan dikenal karena kelakuannya yang tidak dapat diprediksi, kadang-kadang agresif.
Mereka toleransi terhadap air tawar, hal ini sangat langka ditemukan pada hiu laut. Dengan ini mereka bisa pergi jauh menelusuri hulu sungai dan menyerang manusia jauh dari laut. Meskipun begitu mereka bukan hiu sungai (genus glyphis) sejati.

Makanan

Makanan hiu banteng bervariasi meliputi ikan, hiu lain, ikan pari, lumba-lumba, penyu, burung, kerang, echinodermata, udang-udangan, bahkan mammalia darat.

Reproduksi

Perkawinan terjadi biasanya pada musim panas. Setelah mengandung selama satu tahun, hiu banteng melahirkan hingga 13 anak (mereka vivipar). Anak mereka memiliki panjang kira-kira 70 cm saat dilahirkan dan menjadi dewasa setelah berumur 10 tahun.

Hiu martil

Hiu martil dari genus Sphyrna adalah anggota dari famili Sphyrnidae. Satu-satunya genus selain Sphyrnidae, Eusphyra, terdiri dari hanya satu spesies, Esphyra blochii, winghead shark.
Sembilan spesies hiu martil yang sudah diketahui memiliki panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan semua spesies memiliki proyeksi kepala menyerupai martil gepeng bila dilihat dari salah satu sisi. Mata dan lubang hidup ada di ujung kepala.
Mereka adalah predator agresif yang memakan ikan, ikan pari, cumi-cumi, dan udang-udangan. Mereka ditemukan di perairan hangat sepanjang garis pantai, dan paparan benua.
Bentuk kepalanya yang seperti martil menyebabkan mereka mampu berbelok dengan benar. Seperti semua hiu, hiu martil memiliki pori sensor electrolocation yang disembut ampullae of Lorenzini. Dengan menyebarkan reseptor di berbagai area, hiu martil dapat mencari mangsa dengan lebih efektif. Hiu ini mampu mendeteksi sinyal listrik setengah miliar Volt. Kepala yang berbentuk seperti martil juga memberikan keuntungan berupa area penciuman yang lebih luas, meningkatkan potensi menemukan partikel di air sedikitnya 10 kali dibandingkan dengan hiu 'klasik' lainnya.
Bentuk kepala aneh hiu ini dapat dianalogikan dengan antena seekor serangga.
Hiu martil memiliki mulut yang kecil dan sepertinya melakukan banyak bottom-hunting. Mereka suka membentuk gerombolan di siang hari, kadang-kadang dalam kelompok lebih dari 100. Pada sore hari, seperti hiu lain, mereka menjadi pemburu solo.

Reproduksi

Reproduksi hiu martil terjadi setahun sekali. Hiu martil sekali melahirkan berkisar antara 20 hingga 40 anak. Perkawinan hiu martil merupakan hubungan yang kasar. Jantan akan menggigit betina sampai betina tenang, membiarkan perkawinan terjadi. Tidak seperti kebanyakan spesies hiu lain, reproduksi hiu martil terjadi secara fertilisasi internal di mana membuat lingkungan aman agar sperma bisa melebur dengan sel telur. Embrio berkembang di dalam plasenta betina dan diberi makan melalui tali pusar, sama seperti mammalia. Masa kehamilan 10 sampai 12 bulan. Setelah anak hiu dilahirkan, induk mereka tidak tinggal bersama dan mereka ditinggalkan untuk mengurus diri mereka sendiri. Rekor dunia hiu martil betina yang sedang hamil ditangkap di Boca Grande, Florida pada 23 Mei, 2006 berbobot 1280 pon (580 kg). Hiu ini mengandung 55 anak.
Pada Mei 2007, para ilmuwan menemukan bahwa hiu martil dapat bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis, di mana mereka memiliki kemampuan untuk menyuburkan telur mereka sendiri.

Spesies

Dari sembilan spesies hiu martil yang diketahui, tiga berbahaya bagi manusia: scalloped, great, dan smooth hammerhead.

Karena hiu tidak memiliki tulang yang termineralisasi dan jarang menjadi fosil, maka hanya gigi mereka yang umumnya ditemukan sebagai fosil. Hiu martil sepertinya berelasi dekat dengan hiu carcharhinus yang berevolusi selama periode Tersier tengah. Karena gigi hiu martil mirip dengan hiu carcharhinus, sangat sulit untuk menentukan kapan hiu martil pertama kali muncul. Kemungkinan hiu martil berevolusi semasa Eosen, Oligosen, atau Miosen awal.

Hiu paus

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang meruapakan spesies ikan terbesar. Hiu ini adalah satu-satunya anggota dari genusnya Rhincodon dan familinya, Rhincodontidae (disebut Rhinodontes sebelum tahun 1984), yang masuk kedalam subkelas Elasmobranchii pada kelas Chondrichthyes. Hiu ini dapat ditemui di samudera tropis dan hangat dan hidup di laut. Spesies ini dipercaya berasal sekitar 60 juta tahun yang lalu.